Senin,20 Maret 2017 10:25 WIB

Penulis: otomotifnet

Air Radiator Dicampur Air Biasa, Memang Boleh?

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Gbr. 1

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Gbr. 2

  • Foto: Rizky/otomotifnet

    Gbr. 3

Jakarta - Pernah perhatikan kalau air radiator bawaan beda warna kan? Ada yang hijau, ada yang kelirnya pink.

Lalu, bagaimana kalau ingin menambahkan radiator coolant. Misal ketika melihat air di tabung reservoir berkurang.

Pertama, mesti tahu dulu kalau radiator coolant setidaknya punya ragam chemical demi memperkuat aksinya. Seperti ethylen glicol, diethlyn glicol, sodium 2-ethyl hexanote, sodium neodecanote hingga rust inhibitor.

Apakah chemical tadi punya ciri warna tertentu? “Sayangnya semua chemical tadi tidak membawa ciri khas kepada warna tertentu,” terang Suhendra Hanafiah dari Radiator Specialist STP PT Laris Chandra.
 
“Kan banyak warna air radiator, ada yang hijau dan ada yang merah. Sebaiknya jika beda warna, langsung dikuras saja, ganti yang baru,” buka Supriyadi dari Astrido Toyota Pondok Cabe, Banten.

Untuk mengganti airnya, Supriyadi menyarankan agar mengganti air di tabung reservoir terlebih dahulu (gbr.1) dibandingkan tangki radiatornya.

“Soalnya di reservoir, air cenderung lebih cepat habis. Kalau sudah sampai batas penuh, baru radiator coolant dituang ke radiator,” Supriyadi menjelaskan.

Pria gempal ini pun menjelaskan kalau tidak ada masalah mencampur water coolant dengan air biasa (gbr.2). Asalkan tingkat kebersihan air yang dicampur terjamin dan menjaga kebersihan radiator.

Nah, gimana kalau warna radiator coolant bawaan merah, tapi ingin dicampur radiator coolant warna hijau? “Sebenarnya tak masalah, karena isi chemical-nya sama saja. Hanya saja, memang kalau warnanya dicampur, hasil warna akhirnya jadi jelek kan,” papar Suhendra lagi.

Lalu, kenapa warnanya beda ya? “Zat pewarna ini sebagai ciri khas, strategi merek, estetika dan fungsi pengenal jika ada kebocoran di area radiator,” sambung pria berkacamata ini.

Paling, nantinya bisa pilih dengan melihat harga jualnya. Kalau terlalu murah, mesti waspada produk tersebut tidak punya chemical yang tepat, untuk menjaga suhu di radiator. Harga radiator coolant yang wajar bervariasi dari Rp 60 ribu sampai Rp 130 ribu, untuk merek aftermarket.

Sedangkan radiator coolant bawaan APM (gbr.3) memiliki kisaran harga Rp 100-200 ribu. "Tapi sebaiknya sesuaikan saja dengan spesifikasi standar kendaraan,” terang Dion, Product Development PT Autochem Industry, yang jadi distributor radiator coolant merek Master. * DAB/otomotifnet.com

EDITOR

rio

Top